Dosen FISIPOL UNESA Perkuat Jejaring Akademik Global melalui Konvensi Internasional Kajian Sejarah Asia Tenggara
fisipol.unesa.ac.id, Surabaya – Delegasi dosen Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), berpartisipasi dalam Konvensi Internasional Kajian Sejarah Asia Tenggara yang diselenggarakan secara daring oleh Persatuan Sejarah Malaysia pada 13–15 Juli 2026. Forum akademik bertaraf internasional ini mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara untuk memperkuat kolaborasi riset dan jejaring akademik.
Konvensi yang dipusatkan oleh penyelenggara di Wisma Sejarah, Kuala Lumpur, Malaysia, menghadirkan tujuh sesi ilmiah yang terdiri atas kuliah utama, panel diskusi, dan forum akademik internasional. Berbagai topik dibahas, mulai dari tradisi pemikiran, kesadaran sejarah, hingga perkembangan historiografi dan arah baru kajian sejarah di kawasan ASEAN.
FISIPOL UNESA diwakili oleh Prof. Dr. Wisnu, Dr. Izzatul Fajriyah, dan Dr. Mohammad Refi Omar Ar Razy yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara daring. Dalam forum tersebut, ketiganya berkontribusi dalam diskusi ilmiah mengenai historiografi dan metodologi sejarah dalam konteks kajian Asia Tenggara, sekaligus bertukar gagasan dengan akademisi dari berbagai institusi di kawasan.
Dr. Izzatul Fajriyah menyampaikan bahwa partisipasi dalam forum internasional ini menjadi kesempatan strategis untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan Indonesia dalam kajian sejarah regional. "Melalui forum ini, kami dapat berbagi perspektif, memperkaya diskusi akademik, serta membuka peluang kolaborasi riset dan publikasi bersama dengan akademisi dari berbagai negara di Asia Tenggara," ujarnya.
Keikutsertaan delegasi FISIPOL UNESA dalam konvensi yang digelar secara daring tersebut mencerminkan komitmen fakultas dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta meningkatkan reputasi akademik di tingkat global. Selain memperkuat jejaring penelitian, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama publikasi ilmiah dan pengembangan riset kolaboratif di bidang sejarah dan ilmu sosial.
Partisipasi ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi dan pertukaran ilmu pengetahuan, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi akademik dan riset internasional.
Penulis: AFN
Editor: NRA
Share It On: