Dosen FISIPOL UNESA Soroti Kepemimpinan PM Jepang Sanae Takaichi, Ilusi Kebijakan Pro-Perempuan?
fisipol.unesa.ac.id, Surabaya — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya (FISIPOL UNESA) menghadirkan pemikiran terbaru dari salah satu dosennya, Dr. Dwi Prasetyo, M.PSDM, Dosen Ilmu Komunikasi, yang memberikan perspektif kritis terhadap dinamika kepemimpinan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, serta perdebatan mengenai kebijakan yang diklaim pro-perempuan.
Dalam ulasannya, Dwi Prasetyo mengajak publik memahami bahwa kenaikan Takaichi sebagai perempuan pertama yang memimpin Jepang memang menandai momen sejarah, tetapi tidak otomatis menghadirkan perubahan substantif dalam kebijakan kesetaraan gender. Posisi Jepang yang masih berada di peringkat 118 dari 148 negara dalam Global Gender Gap Report 2025 menjadi salah satu penanda bahwa kesenjangan gender di negara tersebut tetap mengakar kuat.
Pemikiran tersebut menyoroti paradoks antara representasi perempuan dalam politik dan realitas kebijakan yang masih belum berpihak secara struktural. Narasi “pro-perempuan” yang mengemuka dalam komunikasi politik di Jepang dipandang perlu dibaca secara lebih kritis agar tidak terjebak pada simbolisme belaka.
Rilis ini merupakan bagian dari upaya FISIPOL UNESA untuk terus menghadirkan kontribusi akademik terhadap isu-isu global melalui analisis berbasis ilmu sosial dan ilmu politik. Fakultas berkomitmen memperluas ruang bagi dosen dalam menyampaikan gagasan yang mampu memperkaya diskursus publik, mengimplementasikan proses pendidikan berkualitas sejalan dengan SDG 4 dan memberikan wawasan baru bagi masyarakat.
Selengkapnya mengenai analisis tersebut dapat dibaca dalam artikel penuh yang ditulis oleh Dwi Prasetyo melalui tautan Harian Disway (klik di sini).
Penulis: AFN
Editor: AFN
Share It On: