Kenalkan PPK Ormawa dan Potensi Sendang Made, Tim BEM FISIPOL Unesa Hadir di PRM UNESA 2026
fisipol.unesa.ac.id, SURABAYA — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) turut berpartisipasi dalam Pekan Raya Mahasiswa (PRM) UNESA 2026 dengan membuka booth sebagai salah satu tenant kegiatan. Kehadiran tim tersebut menjadi ruang edukasi bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat PPK Ormawa BEM FISIPOL Unesa sekaligus mengetahui potensi wisata sejarah dan budaya Sendang Made di Kabupaten Jombang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 tersebut dimanfaatkan Tim PPK Ormawa BEM FISIPOL Unesa untuk memperkenalkan program yang tengah dijalankan di Desa Made. Melalui booth yang disediakan, pengunjung mendapatkan penjelasan mengenai PPK Ormawa, mulai dari tujuan program, latar belakang pelaksanaan, hingga berbagai kegiatan yang dilakukan mahasiswa bersama masyarakat dalam mengembangkan potensi desa.
Selain memperkenalkan program, tim juga mengenalkan Sendang Made sebagai salah satu potensi wisata sejarah dan budaya yang menjadi fokus kegiatan PPK Ormawa. Pengunjung diberikan informasi mengenai keberadaan Sendang Made, nilai sejarah yang berkembang di masyarakat, serta berbagai potensi budaya dan lingkungan yang terdapat di kawasan tersebut.
Penjelasan mengenai sejarah Sendang Made disampaikan secara langsung oleh anggota tim kepada para pengunjung. Salah satu cerita yang diperkenalkan berkaitan dengan kisah perjalanan Raja Airlangga yang dalam tutur masyarakat setempat memiliki keterkaitan dengan keberadaan Sendang Made. Selain aspek sejarah, pengunjung juga dikenalkan dengan tradisi, kesenian, serta kehidupan masyarakat Desa Made yang menjadi bagian dari identitas dan daya tarik kawasan wisata.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Pengunjung tidak hanya melihat informasi yang ditampilkan di booth, tetapi juga dapat berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada anggota Tim PPK Ormawa mengenai program maupun potensi Sendang Made. Interaksi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan pentingnya pelestarian sejarah dan budaya sekaligus memperkenalkan konsep pengembangan wisata berbasis Community Based Tourism (CBT).
Partisipasi Tim PPK Ormawa dalam PRM UNESA 2026 juga menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pengenalan program kepada civitas akademika dan mahasiswa Unesa. Melalui kegiatan ini, tim berupaya menunjukkan bahwa program PPK Ormawa tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan di desa, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berperan dalam mengenalkan potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.Melalui partisipasi tersebut, Tim PPK Ormawa BEM FISIPOL Unesa berharap semakin banyak mahasiswa dan pengunjung PRM yang mengenal keberadaan Sendang Made beserta sejarah, budaya, dan potensi wisatanya. Pengenalan ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap kekayaan lokal sekaligus mendukung upaya pelestarian dan pengembangan wisata berbasis masyarakat di Desa Made.
Kegiatan di PRM UNESA 2026 menjadi bagian dari langkah Tim PPK Ormawa BEM FISIPOL Unesa dalam membangun kesadaran publik mengenai pentingnya kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa. Melalui edukasi, promosi, dan penguatan kapasitas masyarakat, Sendang Made diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus potensi ekonomi lokal.
Kegiatan di PRM UNESA 2026 menjadi bagian dari langkah Tim PPK Ormawa BEM FISIPOL Unesa dalam membangun kesadaran publik mengenai pentingnya kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa. Melalui edukasi, promosi, dan penguatan kapasitas masyarakat, Sendang Made diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus potensi ekonomi lokal. Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas dan pengalaman belajar mahasiswa bersama masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan potensi wisata dan ekonomi lokal, SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan sejarah dan budaya serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Penulis: AN dan ECH
Editor: NRA
Share It On:
