Mahasiswa HI FISIPOL UNESA Ukir Prestasi Nasional melalui Penghargaan Best Delegate VoN MUN 2026
fisipol.unesa.ac.id, Surabaya – Mahasiswa Program Studi S1 Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Voice of Nations (VoN) Model United Nations 2026: Navigating the Global Environmental Crisis yang diselenggarakan oleh Laboratory of International Relations UPN “Veteran” Jawa Timur pada 22 Mei 2026 di Twin Tower UPN “Veteran” Jawa Timur.
Dalam kompetisi tersebut, Daffa Naufal Nazwan, mahasiswa Program Studi S1 Hubungan Internasional FISIPOL UNESA, berhasil meraih penghargaan Best Delegate pada dewan United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP) dengan merepresentasikan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan atas kemampuan dalam merepresentasikan posisi negara, membangun diplomasi, melakukan negosiasi, serta berkontribusi dalam perumusan solusi terhadap isu lingkungan global.
Pada forum UNESCAP, Daffa mengangkat isu “Sea Level Rise and the Future of Small Island States in Asia-Pacific” yang membahas ancaman kenaikan permukaan laut terhadap keberlangsungan negara-negara kepulauan kecil di kawasan Asia-Pasifik, seperti Tuvalu, Kiribati, dan Maladewa. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kepentingan strategis dalam isu tersebut, terutama terkait ketahanan wilayah pesisir, stabilitas maritim, serta keberlanjutan hak-hak maritim negara.
Melalui forum tersebut, delegasi Indonesia mengembangkan gagasan Pacific-Asian Coastal Integrity and Resilience Framework (PACIR Framework) sebagai bentuk kerja sama regional yang berfokus pada adaptasi wilayah pesisir, keberlanjutan hak maritim, mobilitas penduduk akibat perubahan iklim, serta pembiayaan dan transfer teknologi. Kerangka kerja tersebut dirancang untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga mampu merespons berbagai dampak perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi masyarakat di kawasan pesisir.
Selama proses debat dan negosiasi, delegasi Indonesia turut berperan aktif dalam membangun kompromi antarkepentingan negara. Kemampuan tersebut mencerminkan penguasaan prinsip diplomasi multilateral, negosiasi, strategic thinking, serta problem solving dalam menghadapi isu-isu global yang melibatkan beragam kepentingan dan perspektif negara.
Prestasi yang diraih menjadi bukti bahwa mahasiswa Hubungan Internasional FISIPOL UNESA mampu mengimplementasikan pemahaman akademik mengenai hubungan internasional, diplomasi, hukum internasional, dan tata kelola global ke dalam praktik simulasi diplomasi multilateral. Capaian ini sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan di tingkat internasional.
Selain menjadi prestasi akademik, capaian ini turut mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Climate Action) melalui peningkatan kesadaran terhadap dampak perubahan iklim, SDG 14 (Life Below Water) melalui perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem laut dan wilayah pesisir, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi dan kerja sama internasional dalam mencari solusi atas berbagai tantangan global.
Penulis: DNN
Editor: IFP
Share It On: