Mahasiswa Pendidikan Sejarah FISIPOL UNESA Raih Juara II Gusdurian Debat Festival Syariah 2026
fisipol.unesa.ac.id, Pekalongan – Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih dalam ajang Gusdurian Debat Festival Syariah 2026 yang diselenggarakan oleh UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada tahun 2026. Dalam kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, tim mahasiswa Pendidikan Sejarah UNESA yang terdiri atas Chesta Adabi Sanggara Dharmawan, Ajitama Putra Nugraha, dan Ernita Nadya Wijaya berhasil meraih Juara II setelah melalui serangkaian babak debat yang kompetitif dan argumentatif.
Gusdurian Debat Festival Syariah 2026 merupakan forum intelektual yang berfokus pada pembahasan isu-isu strategis terkait syariah, kebangsaan, serta nilai-nilai keislaman dalam konteks sosial kontemporer. Kompetisi ini bertujuan mendorong lahirnya generasi muda yang mampu berpikir kritis, terbuka terhadap perbedaan pandangan, serta memiliki kemampuan argumentasi yang kuat dalam merespons berbagai tantangan masyarakat modern. Dalam ajang tersebut, tim Pendidikan Sejarah FISIPOL UNESA berhasil menunjukkan kapasitas akademik yang unggul melalui penyampaian argumentasi yang sistematis, berbasis data, dan relevan dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia saat ini.
Keberhasilan tersebut diraih melalui proses persiapan yang intensif dan terstruktur. Tim melakukan pendalaman materi, kajian literatur, latihan argumentasi, serta simulasi debat secara berkelanjutan untuk memperkuat kemampuan analisis dan retorika. Pendekatan historis yang menjadi ciri khas disiplin Pendidikan Sejarah menjadi salah satu keunggulan utama tim dalam membangun argumentasi. Mereka mampu mengaitkan dinamika perkembangan syariah dengan perjalanan sejarah pemikiran Islam di Indonesia sehingga menghasilkan sudut pandang yang komprehensif, kontekstual, dan berbasis realitas sosial.
Dalam setiap sesi debat, tim tidak hanya mengandalkan pemahaman normatif terhadap isu yang diperdebatkan, tetapi juga menghadirkan analisis yang mempertimbangkan aspek historis, sosial, politik, dan budaya. Pendekatan multidimensional tersebut memungkinkan mereka menyusun argumentasi yang lebih kuat dan mampu memberikan perspektif baru terhadap berbagai persoalan yang dibahas. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa ilmu sejarah memiliki relevansi yang tinggi dalam memahami serta menjawab berbagai tantangan kontemporer yang dihadapi masyarakat.
Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Pendidikan Sejarah FISIPOL UNESA menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki daya saing tinggi dalam forum akademik lintas disiplin. Capaian ini menunjukkan bahwa pendekatan historis-kritis dapat menjadi instrumen analisis yang efektif dalam memahami kompleksitas isu-isu keislaman, kebangsaan, dan sosial kemasyarakatan. Selain menjadi kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Sejarah dan FISIPOL UNESA, keberhasilan ini juga memperkuat posisi mahasiswa sebagai agen intelektual yang mampu berkontribusi dalam ruang diskusi publik yang konstruktif dan berorientasi pada solusi.
Lebih dari sekadar capaian kompetitif, keberhasilan ini juga merefleksikan nilai-nilai dialog, toleransi, dan pemikiran kritis yang menjadi semangat gerakan Gusdurian. Melalui partisipasi aktif dalam kompetisi akademik nasional, mahasiswa menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun tradisi intelektual yang inklusif, moderat, dan progresif. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kehidupan demokrasi dan keberagaman di Indonesia.
Capaian ini juga mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi berpikir kritis, komunikasi akademik, dan budaya intelektual mahasiswa; SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan nilai dialog, toleransi, dan partisipasi demokratis; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui partisipasi aktif mahasiswa dalam kompetisi nasional yang memperluas jejaring kolaborasi akademik antarperguruan tinggi. Dengan demikian, prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Pendidikan Sejarah FISIPOL UNESA, tetapi juga mencerminkan kontribusi nyata mahasiswa dalam membangun masyarakat yang inklusif, berpengetahuan, dan berkelanjutan.
Penulis: EW
Editor: NRA
Share It On: