Mahasiswa PPKn FISIPOL UNESA Raih Bronze dan Silver Medal pada International Student Competition 2026 melalui The Seventh ASEAN Civic Education Conference (ACEC)
fisipol.unesa.ac.id, Surabaya – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FISIPOL Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada International Student Competition 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian The 3rd Seventh ASEAN Civic Education Conference (ACEC). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Program Studi PPKn Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) pada Kamis (20/7/26).
Dalam kompetisi tersebut, Achmad Faried Irfany dan Kartika Dwi Rianingsih berpartisipasi pada kategori Scientific Oration Video, yaitu kategori yang menuntut peserta untuk menyampaikan gagasan atau pemikiran ilmiah melalui orasi yang dikemas dalam bentuk video. Melalui kategori ini, peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan penguasaan terhadap isu yang diangkat, tetapi juga harus mampu menyampaikan gagasan secara komunikatif, argumentatif, dan menarik kepada masyarakat luas.
Keberhasilan meraih Bronze Medal menunjukkan bahwa karya yang dipresentasikan oleh Achmad Faried Irfany dan Kartika Dwi Rianingsih mampu memenuhi kriteria penilaian kompetisi, baik dari aspek substansi ilmiah, kekuatan argumentasi, kreativitas penyajian, maupun kemampuan komunikasi. Prestasi tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus menyampaikan gagasan yang relevan dengan persoalan sosial dan kewarganegaraan yang berkembang di masyarakat.
Selain meraih Bronze Medal pada kategori Scientific Oration Video, Achmad Faried Irfany juga berhasil menorehkan prestasi lain dalam kompetisi yang sama. Ia sukses meraih Silver Medal (1st) pada kategori Non-IT Learning Media Competition. Pencapaian ganda ini menunjukkan konsistensi Achmad Faried Irfany dalam menghasilkan karya inovatif, baik melalui penyampaian gagasan ilmiah maupun pengembangan media pembelajaran yang kreatif dan edukatif. Keberhasilan tersebut sekaligus mencerminkan kompetensi mahasiswa PPKn dalam mengintegrasikan kemampuan akademik, inovasi, dan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari pengembangan pendidikan.
Melalui Scientific Oration Video yang dihasilkan, kedua mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berbicara dan menyampaikan gagasan ilmiah dapat dikembangkan melalui pemanfaatan media digital. Penggunaan video sebagai media orasi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menggabungkan kemampuan akademik, komunikasi publik, kreativitas, serta literasi digital dalam satu karya. Hal tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi yang menuntut mahasiswa untuk mampu menyampaikan pengetahuan secara efektif kepada masyarakat melalui berbagai platform dan media.
Capaian ini juga mencerminkan peran mahasiswa PPKn dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik dan warga negara yang kritis, komunikatif, serta memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan kebangsaan. Melalui kegiatan kompetisi ilmiah, mahasiswa memperoleh pengalaman untuk melakukan pengkajian terhadap suatu isu, menyusun argumentasi berdasarkan pemikiran yang sistematis, serta menyampaikan solusi atau perspektif secara bertanggung jawab. Dengan demikian, kompetisi tidak hanya menjadi ruang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kapasitas akademik dan keterampilan mahasiswa.
Prestasi tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, inovasi, dan literasi digital mahasiswa. Selain itu, capaian tersebut turut mendukung SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui pengembangan wawasan kewarganegaraan, kesadaran sosial, serta kemampuan menyampaikan gagasan mengenai kehidupan bermasyarakat dan bernegara secara ilmiah dan konstruktif.
Keberhasilan Achmad Faried Irfany dan Kartika Dwi Rianingsih diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani mengembangkan ide, meningkatkan kompetensi, dan mengikuti berbagai ajang akademik maupun nonakademik. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa PPKn tidak hanya memiliki kemampuan dalam memahami nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan secara teoritis, tetapi juga mampu mengaktualisasikan pengetahuan tersebut melalui karya, kreativitas, dan komunikasi publik yang berdaya saing.
Penulis: AFI
Editor: NSA
Share It On: