S2 Pendidikan Geografi FISIPOL UNESA Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK)
fisipol.unesa.ac.id, Surabaya — Program Studi S2 Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan Asesmen Lapangan Akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) dua hari, pada 24–25 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan penguatan mutu penyelenggaraan Program Studi S2 Pendidikan Geografi FISIPOL UNESA.
Kegiatan asesmen lapangan diawali pada Kamis, 24 September 2026, dengan pembukaan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, fakultas, program studi, serta tim asesor LAMDIK. Asesmen menghadirkan Prof. Dr. H. Erman Syarif, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Makassar dan Prof. Dr. Dewi Liesnoor Setyowati, M.Si. dari Universitas Negeri Semarang sebagai asesor.
Dalam sambutannya, Dekan FISIPOL UNESA, Prof. Dr. Wiwik Sri Utami, M.P., menyampaikan bahwa proses akreditasi menjadi momentum penting bagi Program Studi S2 Pendidikan Geografi untuk memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus memperoleh kepercayaan dari masyarakat.
“S2 Pendidikan Geografi harus lebih cepat dan sudah ditunggu-tunggu. Semoga memberi dampak positif bagi prodi dan juga UNESA. Tujuan akreditasi ini adalah memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa kita mendirikan prodi yang bermutu, baik bagi prodi, UNESA, maupun masyarakat. Semoga hasilnya maksimal dan dapat bermanfaat,” ungkap Prof. Wiwik.
Kegiatan kemudian dibuka oleh Rektor UNESA, Prof. Dr. H. Nurhasan, M.Kes., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Ia berharap setiap jenjang pendidikan dapat ditempuh sesuai dengan durasi yang telah ditetapkan, sekaligus mendorong keberlanjutan pengembangan akademik Program Studi S2 Pendidikan Geografi.
Prof. Hasan menegaskan bahwa program sarjana idealnya dapat diselesaikan dalam delapan semester, sedangkan jenjang magister ditempuh selama empat semester. Ia juga menyampaikan harapan agar setelah berkembang pada jenjang magister, S2 Pendidikan Geografi dapat segera menuju pengembangan program doktoral (S3).
“Ketika perkuliahan harus sesuai dengan waktunya. Jika S1, maka harus diselesaikan delapan semester, jika S2 maka empat semester harus selesai. Harapannya, setelah ini S2 Pendidikan Geografi segera menuju S3,” tutur Prof. Hasan.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan proses asesmen oleh tim asesor LAMDIK melalui evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi. Proses tersebut mencakup pendalaman informasi dan konfirmasi terhadap dokumen serta pelaksanaan pendidikan yang telah disiapkan oleh Program Studi S2 Pendidikan Geografi.
Pada Jumat, 25 September 2026, rangkaian asesmen dilanjutkan dengan tour sarana dan prasarana (sarpras) serta observasi terhadap praktik pembelajaran. Dalam kegiatan tersebut, tim asesor didampingi oleh Wakil Dekan I FISIPOL UNESA, Dr. Harmanto, S.Pd., M.Pd. untuk meninjau berbagai fasilitas pendukung kegiatan akademik di lingkungan FISIPOL UNESA. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, khususnya Program Studi S2 Pendidikan Geografi.
Rangkaian asesmen lapangan selama dua hari tersebut menjadi bagian dari komitmen FISIPOL UNESA dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan. Melalui proses akreditasi, Program Studi S2 Pendidikan Geografi diharapkan dapat terus berkembang serta memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi mahasiswa dan masyarakat.Kegiatan ini sekaligus mendukung komitmen UNESA terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Quality Education, melalui upaya peningkatan kualitas dan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan.
Penulis : Naff
Editor: NRA
Share It On:

