FISIPOL Unesa Perkuat Barisan Guru Besar dalam Pengukuhan 11 Guru Besar Unesa
fisipol.unesa.ac.id, Surabaya - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengukuhkan 11 guru besar dari berbagai bidang kepakaran dalam Rapat Terbuka Senat Akademik pada Senin 29 Desember 2025. Dari jumlah tersebut, tiga guru besar berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL).
Tiga guru besar FISIPOL Unesa yang dikukuhkan tersebut adalah Prof. Dr. Wiwik Sri Utami, M.P., Prof. Dr. Sukma Perdana Prasetya, S.Pd., M.T., dan Prof. Dr. Agus Suprijono, M.Si.
Prof. Dr. Wiwik Sri Utami, M.P., merupakan pakar Penilaian Pembelajaran Geografi Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs). Kepakarannya berfokus pada penguatan sistem evaluasi pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif peserta didik, sebagai fondasi pendidikan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Prof. Dr. Sukma Perdana Prasetya, S.Pd., M.T., pakar Teknologi Pembelajaran Geografi, berkontribusi dalam pengembangan inovasi pembelajaran berbasis inovasi teknologi. Pendekatan ini mendukung transformasi pendidikan yang responsif terhadap perkembangan teknologi serta memperluas akses pembelajaran berkualitas lintas wilayah dan kelompok sosial.
Selanjutnya, Prof. Dr. Agus Suprijono, M.Si., pakar Pengembangan Pedagogik Transformatif IPS Berbasis HOTs. Pendekatan pedagogik ini berperan dalam membangun kesadaran sosial, tanggung jawab kewargaan, serta nilai-nilai keberlanjutan yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Dalam prosesi pengukuhan, Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., menegaskan bahwa capaian akademik guru besar bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab keilmuan yang lebih besar.
“Guru besar bukan tujuan akhir, tetapi fondasi untuk mengambil peran strategis sebagai navigator riset dan inovasi, mercusuar ilmu pengetahuan di tengah banjir informasi, serta diplomat sains yang menjembatani teori dengan praktik,” ujar Prof. Nurhasan.
Tokoh yang akrab disapa Cak Hasan tersebut menambahkan, bahwa guru besar juga diharapkan menjadi kurator talenta dan motor dari orkestrasi peradaban yang menghadirkan ilmu pengetahuan.
Capaian ini tidak hanya menjadi prestasi individual, tetapi juga memperkuat posisi FISIPOL Unesa sebagai pusat pengembangan ilmu sosial, pedagogik, dan teknologi pembelajaran yang berdampak luas bagi masyarakat.
Kehadiran tiga guru besar FISIPOL ini menegaskan komitmen fakultas dalam mendukung SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dan SDG 10 (Reduced Inequalities), terutama dalam konteks inovasi pembelajaran, juga pemerataan akses dan kualitas pendidikan.
Penulis: AFN
Editor: AFN
Share It On: