FISIPOL UNESA Perkuat Zona Integritas melalui Optimalisasi Whistle Blower System
fisipol.unesa.ac.id - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya (FISIPOL UNESA) terus menunjukkan komitmen kuat dalam pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah optimalisasi implementasi Whistle Blower System (WBS) sebagai instrumen penguatan pengawasan dan pencegahan penyimpangan di lingkungan fakultas.
Whistle Blower System merupakan mekanisme pelaporan resmi yang memberikan ruang aman bagi sivitas akademika maupun masyarakat untuk menyampaikan dugaan pelanggaran. Laporan dapat berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang, gratifikasi, benturan kepentingan, maladministrasi, hingga pelanggaran kode etik. Sistem ini dirancang dengan prinsip kerahasiaan identitas pelapor serta perlindungan dari tindakan balasan sehingga setiap individu dapat menyampaikan informasi secara bertanggung jawab tanpa rasa khawatir.
Optimalisasi WBS di FISIPOL UNESA tidak hanya berfungsi sebagai kanal aduan, tetapi juga sebagai instrumen deteksi dini terhadap potensi risiko organisasi. Setiap laporan yang masuk akan melalui proses verifikasi awal untuk memastikan kelengkapan informasi, kemudian dilanjutkan dengan klarifikasi dan tindak lanjut sesuai standar operasional prosedur. Proses tersebut terdokumentasi secara sistematis dan diawasi oleh unit terkait guna menjamin objektivitas serta akuntabilitas.
Pimpinan fakultas menegaskan bahwa penguatan WBS merupakan bagian dari transformasi budaya organisasi. Integritas tidak hanya dibangun melalui regulasi, tetapi melalui sistem yang memberikan ruang partisipasi aktif bagi seluruh unsur organisasi. Dengan adanya WBS, pengawasan tidak lagi bersifat top down, melainkan partisipatif dan kolaboratif. Setiap laporan menjadi sumber informasi penting untuk evaluasi dan perbaikan kebijakan.
WBS di FISIPOL UNESA juga terintegrasi dengan sistem pengendalian internal dan manajemen risiko. Apabila ditemukan pola laporan yang berulang, data tersebut akan dianalisis untuk mengidentifikasi potensi celah dalam prosedur atau layanan. Hasil analisis menjadi dasar pembaruan SOP dan peningkatan kualitas tata kelola, baik pada aspek akademik maupun administrasi. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pengaduan tidak berhenti pada penyelesaian individual, tetapi menghasilkan perbaikan sistemik yang berkelanjutan.
Selain itu, FISIPOL UNESA terus melakukan sosialisasi kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa mengenai pentingnya pelaporan yang beritikad baik. Edukasi ini bertujuan membangun kesadaran bahwa menjaga integritas merupakan tanggung jawab bersama. Budaya keterbukaan dan profesionalitas menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan melayani.
Melalui optimalisasi Whistle Blower System, FISIPOL UNESA memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berintegritas sebagai bagian dari pembangunan Zona Integritas yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi substantif dan berkelanjutan. Komitmen ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), yang menekankan pentingnya pendidikan tinggi yang inklusif, adil, dan bermutu dengan tata kelola yang bersih dan terpercaya. Dengan dukungan seluruh sivitas akademika, FISIPOL UNESA optimis dapat terus menjaga kepercayaan publik serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi secara konsisten sekaligus berkontribusi nyata pada pencapaian SDG 4 melalui penguatan integritas institusi
Share It On: